Tradisi kondangan di era modern

Tradisi kondangan di era modern

Tradisi kondangan di era modern

Kondangan masih banyak dilakukan di era digital sebagai wujud melestarikan tradisi dan kebudayaan.

Djazim~ Kondangan atau bancaan adalah salah satu tradisi jawa untuk mendoakan orang yang punya hajat, baik itu hari kelahiran, ataupun acara selamatan lainnya.
Selain bershodaqoh dengan membagikan makanan, dalam acara kondangan juga ada tradisi tahlilan dan doa bersama untuk kemaslahatan Shohibul hajat dan ahli kubur dari yang mengadakan kondangan dan arwah para leluhur yang telah mendahului kita.

Masih relevan kan tradisi kondangan di era modern seperti sekarang ini.?

Didesa Bangle, tepatnya Rt.12 Rw.3, disini masyarakat masih sering melaksanakan tradisi kondangan di setiap ada acara-acara penting. Dari mulai memperingati hari kelahiran, kematian dan hari penting lainnya.

tradisi kondangan warga desa bangle
Tradisi kondangan warga desa Bangle.

Dalam ritual kondangan tidak ada kegiatan yang macam-macam, apalagi melanggar aturan agama. Kegiatan yang termasuk dalam susunan acaranya adalah membaca tahlil dan doa bersama, kemudian membagikan makanan yang telah disediakan kepada semua anggota kondangan.

Makanan ini yang disebut sodaqohan, atau wujud rasa syukur dari Shohibul hajat atas Nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Shodaqohan dibagikan kepada a'dlok kondangan, dan kemudian makan bersama-sama dengan memakai daun jati sebagai ganti piring untuk tempat makannya. Dan makanan yang sudah menjadi bagian dari anggota kondangan adalah milik orang tersebut, sehingga harus dimakan, dan ketika tidak habis pada saat itu, boleh dibawa pulang untuk diberikan kepada keluarganya.

Di era modern seperti sekarang ini banyak yang tidak setuju dengan adanya kondangan, dengan berbagai alasan yang tidak mendasar, mulai dari tidak ada tuntunannya, syirik dll. Ini sungguh tuduhan yang mengada-ada dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Tahlilan pun ada yang menganggap tidak ada tuntunannya, padahal tahlil adalah kata masdar dari "Hallala-Yuhallilu-Tahliilan" yang mempunyai arti "membaca Laa ilaaha illalloh". Apakah membaca lafadz Laa ilaaha illalloh tidak ada tuntunannya.?

Orang yang beranggapan seperti itu bisa merusak kerukunan antar sesama ummat Islam. Yang mana kerukunan umat akan terjalin saat ada interaksi, seperti halnya kumpulan kondangan dan lain sebagainya.

Mungkin dengan masih adanya tradisi kondangan, kita semua sebagai warga, akan semakin bertambah ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathoniyah antar sesama warga. Aamiin Ya Rabbal'Alamiin.
Buka Komentar
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments

Advertiser